Sabtu, 24 Februari 2018

IKATAN KIMIA

Ikatan Kovalen

  Ikatan kimia terjadi karena kecenderungan atom unsur untuk memilih susunan elektron stabil seperti gas mulia, mengapa elektron harus stabil seperti gas mulia...? 
Karena unsur gas mulia dengan elektron valensi berjumlah 8 kecuali helium=2, memiliki sifat yang sangat stabil. Hal tersebut dinyatakan oleh W Kossel dan G.N.Lewis. Menurut Lewis, atom unsur sifatnya stabil bila elektron valensinya mencapai oktet(=8) atau duplet (=2) untuk unsur periode pertama. Inilah yang disebut sebagai aturan oktet.Berdasarkan cara-cara atom unsur mencapai oktet maka
akan ada dua macam ikatan kimia yang terjadi antara atom-atom tersebut, yaitu :
1. Ikatan Ion
2. Ikatan Kovalen

  Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terjadi antara atom unsur logam dan non logam, ikatan ini terjadi karena unsur yang memiliki energi ionisasi rendah melepaskan elektron valensinya dan berubah menjadi ion positif. Ikatan Kovalen adalah ikatan kimia yang terjadi apabila dua atau lebih atom unsur bergabung dengan menggunakan elektron valensi bersama. Sehingga masing-masing atom mencapai oktet. Ikatan kovalen ini terbentuk antar sesama unsur Nonlogam sehingga dapat dikatakan senyawa kovalen tersusun dari unsur-unsur nonlogam.

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

a Proses pembentukan ikatan kovalen 
terbentuk dari atom-atom unsur yang 
mempunyai afinitas elektron tinggi 
serta beda keelektronegatifannya
lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Atom nonlogam cenderung 
untuk menerima elektron 
sehingga bila tiap-tiap atom non logam berikatan
maka ikatan yang terbentuk bisa dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya 
terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Pembentukan ikatan kovalen dengan cara 
pemakaian bersama pasangan elektron tersebut 
harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada 
unsur gas mulia yaitu 8  elektron
(kecuali He berjumlah 2 elektron).

Jenis-Jenis Ikatan Kovalen

1. Ikatan Kovalen Tunggal

2. Ikatan Kovalen Rangkap dua 

3. Ikatan Kovalen rangkap tiga


 Contoh :








 

Kamis, 30 Juni 2016

SISTEM PERIODIK





Sistem periodik unsur mencakup semua unsur yang ada dialam di antaranya unsur logam,nonlogam dan unsur semilogam,selain itu ada juga unsur transisi dalam,unsur golongan utama yaitu unsur golongan IA sampai golongan VIII A,dalam sistem periodik juga dibagi lagi tiap golongan yaitu golongan IA adalah logam alkali,golongan II A adalah Alkali tanah,Golongan VII A adalah halogen dan yang terakhir VIII A adalah gas mulia,

Sifat-sifat pada sistem periodik unsur:

Sifat logam

Berdasarkan sifat, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi logam, nonlogam, dan metalloid. Unsur-unsur logam memiliki sifat-sifat: konduktor panas dan listrik yang baik, dapat ditempa dan ductile, titik leleh relatif tinggi, cenderung melepaskan elektron kepada unsur nonologam. Unsur-unsur nonlogam memiliki sifat-sifat: nonkonduktor panas dan listrik, tidak dapat ditempa dan rapuh/getas, kebanyakan berwujud gas pada temperatur kamar, cenderung menerima elektron dari unsur logam. Unsur-unsur metalloid memiliki sifat-sifat seperti logam dan juga nonlogam. Sifat logam semakin berkurang dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas sistem periodik unsur, kecuali hidrogen. Unsur-unsur metalloid berada pada “tangga” yang membatasi unsur-unsur logam dan nonlogam.

Jari-jari atom

Jari-jari atom adalah setengah dari jarak antara dua inti dari dua atom logam yang sejajar atau dalam sebuah molekul diatomik. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom cenderung semakin kecil, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif.

Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh sebuah atom atau ion dalam fase gas untuk melepaskan sebuah elektronnya. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi pertama cenderung semakin kecil, sebagaimana jarak dari inti ke elektron terluar bertambah sehingga tarikan elektron terluar oleh inti berkurang. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi pertama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif sehingga tarikan oleh inti bertambah.
sifat sifat sistem periodik unsur

Jari-jari ion

Jari-jari ion adalah jari-jari dari kation atau anion yang dihitung berdasarkan jarak antara dua inti kation dan anion dalam kristal ionik. Kation (ion bermuatan positif) terbentuk dari pelepasan elektron dari kulit terluar atom netral sehingga tolakan antar elektron berkurang, tarikan elektron oleh inti lebih kuat, dan jari-jari dari kation lebih kecil dari atom netralnya. Anion (ion bermuatan negatif) terbentuk dari penangkapan elektron pada atom netral sehingga tolakan antar elektron bertambah dan jari-jari dari anion lebih besar dari atom netralnya. Dalam satu golongan pada sistem periodik unsur, dari atas ke bawah, jari-jari ion bermuatan sama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron. Dalam periode, pada deretan ion isoelektronik (spesi-spesi dengan jumlah elektron sama dan konfigurasi elektron sama, seperti O2-, F, Na+, Mg2+, dan Al3+ dengan 10 elektron), semakin besar muatan kation maka semakin kecil jari-jari ion, namun semakin besar muatan anion maka semakin besar jari-jari ion.
sistem periodik unsur atomJari-jari atom dan ion beberapa unsur dalam satuan pm
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill)

Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah kuantitas perubahan energi ketika sebuah atom atau ion dalam fase gas menerima sebuah elektron. Jika kuantitas perubahan energi bertanda positif, terjadi penyerapan energi, sedangkan jika bertanda negatif, terjadi pelepasan energi. Semakin negatif nilai afinitas elektron, semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron (afinitas terhadap elektron semakin besar). Dalam satu golongan pada tabel periodik unsur, dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung semakin kecil, dengan banyak pengecualian. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, sampai golongan 7A, afinitas elektron cenderung semakin besar, dengan banyak pengecualian.
afinitas elektron

Elektronegativitas

Elektronegativitas adalah ukuran kemampuan suatu atom dalam sebuah molekul (keadaan berikatan) untuk menarik elektron kepadanya. Semakin besar elektronegativitas, semakin mudah atom tersebut menarik elektron kepadanya sendiri. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung semakin kecil. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, elektronegativitas cenderung semakin besar.

elektronegativitas sistem periodik unsur