Sistem periodik unsur mencakup semua unsur yang ada dialam di antaranya unsur logam,nonlogam dan unsur semilogam,selain itu ada juga unsur transisi dalam,unsur golongan utama yaitu unsur golongan IA sampai golongan VIII A,dalam sistem periodik juga dibagi lagi tiap golongan yaitu golongan IA adalah logam alkali,golongan II A adalah Alkali tanah,Golongan VII A adalah halogen dan yang terakhir VIII A adalah gas mulia,
Sifat-sifat pada sistem periodik unsur:
Sifat logam
Berdasarkan sifat, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi logam,
nonlogam, dan metalloid. Unsur-unsur logam memiliki sifat-sifat:
konduktor panas dan listrik yang baik, dapat ditempa dan ductile, titik
leleh relatif tinggi, cenderung melepaskan
elektron
kepada unsur nonologam. Unsur-unsur nonlogam memiliki sifat-sifat:
nonkonduktor panas dan listrik, tidak dapat ditempa dan rapuh/getas,
kebanyakan berwujud gas pada temperatur kamar, cenderung menerima
elektron dari unsur logam. Unsur-unsur metalloid memiliki sifat-sifat
seperti logam dan juga nonlogam. Sifat logam semakin berkurang dari kiri
ke kanan dan dari bawah ke atas sistem periodik unsur, kecuali
hidrogen. Unsur-unsur metalloid berada pada “tangga” yang membatasi
unsur-unsur logam dan nonlogam.
Jari-jari atom
Jari-jari atom adalah setengah dari jarak antara dua inti dari dua
atom logam yang sejajar atau dalam sebuah molekul diatomik. Dalam satu
golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung semakin besar,
sebagaimana pertambahan kulit elektron. Dalam satu periode, dari kiri ke
kanan, jari-jari atom cenderung semakin kecil, sebagaimana pertambahan
muatan inti efektif.
Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh sebuah atom atau
ion dalam fase gas untuk melepaskan sebuah elektronnya. Dalam satu
golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi pertama cenderung semakin
kecil, sebagaimana jarak dari inti ke elektron terluar bertambah
sehingga tarikan elektron terluar oleh inti berkurang. Dalam satu
periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi pertama cenderung semakin
besar, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif sehingga tarikan oleh
inti bertambah.
Jari-jari ion
Jari-jari ion adalah jari-jari dari kation atau anion yang dihitung
berdasarkan jarak antara dua inti kation dan anion dalam kristal ionik.
Kation (ion bermuatan positif) terbentuk dari pelepasan elektron dari
kulit terluar atom netral sehingga tolakan antar elektron berkurang,
tarikan elektron oleh inti lebih kuat, dan jari-jari dari kation lebih
kecil dari atom netralnya. Anion (ion bermuatan negatif) terbentuk dari
penangkapan elektron pada atom netral sehingga tolakan antar elektron
bertambah dan jari-jari dari anion lebih besar dari atom netralnya.
Dalam satu golongan pada sistem periodik unsur, dari atas ke bawah,
jari-jari ion bermuatan sama cenderung semakin besar, sebagaimana
pertambahan kulit elektron. Dalam periode, pada deretan ion
isoelektronik (spesi-spesi dengan jumlah elektron sama dan konfigurasi
elektron sama, seperti O
2-, F
–, Na
+, Mg
2+, dan Al
3+
dengan 10 elektron), semakin besar muatan kation maka semakin kecil
jari-jari ion, namun semakin besar muatan anion maka semakin besar
jari-jari ion.

Jari-jari atom dan ion beberapa unsur dalam satuan pm
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5
th edition). New York: McGraw Hill)
Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah kuantitas perubahan energi ketika sebuah
atom atau ion dalam fase gas menerima sebuah elektron. Jika kuantitas
perubahan energi
bertanda positif, terjadi penyerapan energi, sedangkan jika bertanda
negatif, terjadi pelepasan energi. Semakin negatif nilai afinitas
elektron, semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron
(afinitas terhadap elektron semakin besar). Dalam satu golongan pada
tabel periodik unsur, dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung
semakin kecil, dengan banyak pengecualian. Dalam satu periode, dari kiri
ke kanan, sampai golongan 7A, afinitas elektron cenderung semakin
besar, dengan banyak pengecualian.
Elektronegativitas
Elektronegativitas adalah ukuran kemampuan suatu atom dalam sebuah molekul (keadaan
berikatan)
untuk menarik elektron kepadanya. Semakin besar elektronegativitas,
semakin mudah atom tersebut menarik elektron kepadanya sendiri. Dalam
satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung semakin
kecil. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, elektronegativitas
cenderung semakin besar.